Banjir

a.    Karakteristik
Gejala
•    Secara alamiah terjadi secara cepat, di daerah sungai atau pantai karena hujan yang terus menerus atau bersifat musiman.
•    Ulah manusia dalam hal pemanfaatan lahan dan penampungan air.
Karakteristik umum


•    Faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya – kedalaman air, durasi, kecepatan air, rata-rata kenaikan air, frekuensi kejadian, cuaca
•    Banjir bandang – bendungan rusak, hujan yang tidak berhenti, hujan lebat secara tiba-tiba
•    Banjir sungai – lambat, dan biasanya musiman
•    Banjir pantai – berhubungan dengan angin tropis, gelombang tsunami, dan badai

Hal-hal yang dapat diprediksikan

Banjir biasanya tergantung pada musim, kapasitas penampungan air, dan survey pemetaan wilayah banjir. Beberapa sistem peringatan mungkin telah dipersiapkan, tetapi kadang hanya sedikit yang dilaksanakan, terutama sebelum banjir bandang dan tsunami terjadi.

b.    Tingkat Kerentanan
Faktor penyebab kerentanan

•    Perumahan yang berada di daerah banjir
•    Kurangnya kesadaran akan bahaya dan dampak banjir
•    Berkurangnya kemampuan penyerapan tanah (erosi, bangunan beton)
•    Pondasi tanah dan bangunan tidak tahan air
•    Elemen infrastruktur yang beresiko tinggi
•    Persediaan bahan pangan, pertanian, dan peternakan dan tidak disimpan dengan baik
•    Industri maritim dan perkapalan ikan
Dampak yang khas

•    Kerusakan fisik – Struktur menjadi rusak atau hanyut, hancur. Tanah longsor karena tanah menjadi basah. Kerusakan dilembah lebih besar daripada di wilayah terbuka
•    Korban – meninggal karena tenggelam, atau luka serius
•    Persediaan air – air tanah dan air sumur yang terkontaminasi. Air bersih mungkin tidak tersedia
•    Kesehatan – penyakit yang mungkin muncul: malaria, diare, infeksi
Persediaan makanan dan hasil pertanian– persediaan makanan dan pertanian mungkin rusak

c.    Hal yang perlu dipertimbangkan
Upaya mengurangi resiko
•    Kontrol banjir – bendungan, saluran air Banjir – kontrol erosi
•    Penilaian resiko dan pemetaan hazard
•    Manajemen penggunaan tanah
•    Mengurangi struktur tingkat kerentanan
•    Penghijauan (reboisasi)
   
Upaya kesiapsiagaan
•    Deteksi banjir dan sistem penyadaran
•    Pendidikan dan partisipasi masyarakat
•    Pengembangan rencana manajemen wilayah banjir
Kebutuhan paska bencana
•    Pencarian dan penyelamatan
•    Bantuan kesehatan
•    Penilaian bencana
•    Air bersih
•    Penyediaan makanan dan minuman jangka pendek
•    Pemantauan epidemologi
•    Penampungan sementara

This entry was posted in MATERI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s