ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL

1.    Strength (Kekuatan) :
Faktor-faktor internal yang dapat menjadi Kekuatan (Strength) yang saat ini dimiliki / dialami oleh PMI dan dapat menjadi modal PMI untuk 5 tahun ke depan, antara lain :
a.    PMI masih diakui oleh pemerintah sebagai satu-satunya Organisasi Kepalangmerahan di Indonesia berdasarkan Keppres No. 25 Tahun 1950 serta Kep. Pres No. 246/1963 tentang posisi PMI yang bekerja melaksanakan tugas atas nama pemerintah dan harus bertanggungjawab kepada pemerintah dengan tetap berprinsip kepada kemandirian PMI. 

Hal ini menunjukkan bahwa PMI masih tetap eksis dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat.
b.    PMI telah memiliki jaringan kerja hingga hampir menyeluruh di wilayah tanah air.  Dari catatan yang ada, saat ini terdapat  Pengurus Pusat (13 orang pengurus), 30 PMI Daerah (380 orang Pengurus), 361 PMI Cabang (4.602 orang Pengurus) dan 2.200 PMI Ranting (dari 197 PMI Cabang) di seluruh Indonesia.
c.    PMI memiliki hampir 1 juta sukarelawan yang telah mendapat latihan keterampilan di bidang Kepalangmerahan dan siap menjalankan tugasnya untuk membantu anggota masyarakat yang membutuhkan.  Dari catatan yang ada, PMI memiliki  anggota KSR sebanyak 27.987 orang (dari 161 PMI Cabang), Tenaga Sukarela 22.362 orang (dari 132 PMI Cabang) dan Palang Merah Remaja 713.093 orang (dari 176 PMI Cabang).
d.    PMI memiliki jaringan kerja nasional dan Internasional, baik yang terkait dengan tugas-tugas kepalangmerahan di Indonesia maupun international network dengan IFRC/ICRC/ dan International NGO (WFP, UN-OCHA, UNHCR, UNDP dll) yang cukup baik;

2.    Weaknesses (Kelemahan) :
Faktor-faktor internal yang dirasakan sebagai Kelemahan (Weaknesses) yang saat ini ada dan dimiliki / dialami oleh PMI dan harus mendapatkan perhatian untuk dipecahkan pada 5 tahun ke depan, antara lain :
a.    Kapasitas PMI secara keseluruhan masih jauh dari rata-rata standart performans kapasitas. Berdasarkan data penilaian Kapasitas PMI per Juli 2004, baru 17% PMI Daerah yang berkuali-fikasi baik, 10% Cukup dan 73% Kurang. Sedangkan untuk PMI Cabang yang berkualifikasi baik baru 30%, Cukup 12%, Kurang 15% dan sisanya 43% belum teridentifikasi.  Belum semua PD/PC memiliki markas atau kantor PMI. Sementara itu, diantara yang sudah memiliki kantor, masih banyak yang belum memenuhi persyaratan standart sebagai markas atau  kantor. Disamping sarana perkantoran yang masih minimal, ketersediaan sarana kendaraan operasional maupun media komunikasi / pelatihan juga masih sangat terbatas.  Pembinaan organisasi secara berjenjang, juga belum dapat dilaksanakan secara optimal.
b.    Buku panduan, pedoman, dan SOP  yang ada masih belum sesuai dengan kebutuhan. Hal ini mengakibatkan belum adanya kesamaan persepsi, pemahaman dan langkah yang sama dalam menjalankan kegiatan-kegiatan rutin operasional.
c.    Belum memadainya  jumlah Sumber Daya Manusia yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang diharapkan. Sementara itu, kapasitas, kualitas, kompetensi  dan komitmen Pengurus umumnya masih rendah. Hal ini menyebabkan kegiatan PMI kurang dapat berjalan dengan baik dan kalah bersaing dengan kegiatan LSM lain yang lebih profesional.
d.    Kegiatan pelatihan di jajaran Pengurus, Staff, maupun relawan (KSR/PMR/TSR) masih belum terstandarisasi dan belum berbasis pada kompetensi. Jumlah Drop-out anggota KSR-TSR dan PMR dirasakan masih cukup tinggi. Hal ini dikarenakan belum adanya pembinaan relawan yang komprehensif dan sustainable. Lemahnya monitoring dan evaluasi maupun pembinaan paska pelatihan dan mobilisasi relawan untuk tugas-tugas pelayanan menjadi pemicu berkurangnya jumlah sumber daya manusia.
e.    Belum adanya kejelasan kerangka keanggotaan maupun kejelasan peran dan fungsi masing-masing,  seperti KSR, TSR, PMR, Satgana, Tim Khusus, Staff dan Pengurus. Sedangkan data base keanggotaan juga belum ter-  up date  dengan baik, karena masih rendahnya jumlah daerah / cabang yang melaporkan data base-nya secara rutin ke Kantor Pusat.
f.    Pelayanan PMI baik  Penanggulangan Bencana, Pelayanan Kesehatan dan sosial maupun Upaya Kesehatan Transfusi Darah walaupun sudah diupayakan memenuhi standart pelayanan prima, namun belum menjangkau keseluruhan masyarakat yang rentan. Hal ini disebabkan keterbatasan dana, kapasitas dan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki.
g.    Sebagian besar pendanaan PMI Daerah dan Cabang masih sangat tergantung pada subsidi pemerintah daerah serta bulan dana. Sementara itu pengumpulan dana melalui bulan dana, hasilnya kurang maksimal, karena sistem manajemen pengumpulannya kurang efektif dan kurang ditunjang dengan perangkat sosialisasi / marketing yang memadai;

This entry was posted in MATERI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s